Sunday, 26 August 2012

Menanggulangi Korosi Pada Cladding



Bagaimana cara menanggulangi korosi pada cladding ? 
            Cladding adalah penyatuan dua jenis logam atau metal yang berbeda. Contoh kecilnya adalah pada setrikaan rumah, dimana indikator pemutus arus untuk memanaskan menggunakan dua jenis logam yang berbeda tapi disatukan. Ketika diatur untuk memanaskan, salah satu logam akan lebih panas dari yang lainnya, sehingga terjadi bent, dimana logam yang memiliki kapasitas panas yang lebih rendah akan menekuk.
            Namun dalam hal korosi, umumnya cladding digunakan sebagai teknik pencegahan korosi yang tidak jauh berbeda dengan sacrificial anodic protection. Pada cladding, logam yang ingin dilindungi atau di-clad dengan logam yang memiliki elektronegatifan lebih kecil, atau lebih tepatnya lebih elektropositif. Ini dimaksudkan agar elektron yang akan menyerang logam yang ingin dilindungi akan mengalir ke logam yang lebih elektropositif ini sehingga korosi terjadi pada logam yang lebih elektropositif (dalam kata lain lebih mudah terkorosi. untuk pedoman ingat saja deret Volta). Proteksi korosi ini  biasanya digunakan untuk fasilitas-fasilitas yang minim ruang dan menginginkan low cost.
            Namun terdapat kekurangan metode ini karena umumnya proteksi cladding ini tidak sempurna melindungi logam karena berbagai faktor.

Buah memar jadi coklat



Mengapa buah yang memar menjadi berwarna coklat ?

Jawabannya ialah karena senyawa-senyawa kimia yang ada di dalam buah teroksidasi pada saat kulit buah ― yaitu dinding dan membran sel yang ada di dalam buah ― robek dan memungkinkan oksigen masuk. Senyawa-senyawa dalam buah bereaksi dengan oksigen, dan biasanya memasukkan molekul oksigen ke dalam struktur molekul yang sudah ada pada mulanya. Molekul organik yang teroksidasi kebanyakan berwarna coklat. Asam sitrat (yang banyak terdapat dalam lemon) sangat mudah teroksidasi dan dapat digunakan sebagai pengikat oksigen untuk mencegah buah berubah menjadi berwarna coklat. Ini sebabnya mengapa bila potongan apel direndam sebentar dalam jus lemon, warna putih khas apel akan lebih tahan lama

Definisi dan pembuatan Minuman beralkohol



Minuman keras atau khmar adalah produk yang dihasilkan melalui proses fermentasi dengan menggunakan khamir (ragi sacharomyces cereviciae), pada bahan yang yang mengandung pati atau mengandung gula tinggi. Proses fermentasi adalah proses yang sudah dikenal sejak berabad tahun yang lalu. Pada zaman kehidupan Rasulullah saw , beliau melarang para sahabat untuk mengkonsumsi jus buah yang umurnya lebih dari 3 hari, atau ketika saribuah tersebut dalam kondisi menggelegak (berbuih). Berdasarkan penelitian para pakar, ternyata perasan sari buah yang sudah berumur lebih dari 3 hari tersebut, maka kandungan alcohol (ethanolnya sudah lebih dari 1 persen). Berdasarkan fakta inilah kemudian komisi Fatwa MUI menetapkan batas maksimal kandungan alcohol (sebagai senyawa tunggal, ethanol) yang digunakan sebagai pelarut dalam produk pangan yaitu 1 persen. Bagi konsumen muslim, minuman yang merupakan hasil fermentasi yang menghasilkan minuman beralkohol adalah haram untuk dikonsumsi. Minuman keras atau sering disebut dengan minuman beralkohol tersebut diproduksi dari setiap bahan yang mengandung karbohidrat (pati) seperti biji-bijian, umbi-umbian , atau pun tanaman palma (seperti legen, kurma). Adapun alcohol yang sering disebut sebagai konsen dari minuman keras ini sebenarnya adalah senyawa ethanol (ethyl alcohol) suatu jenis alcohol yang paling popular digunakan dalam industri. Menurut peraturan Menteri Kesehatan No 86 tahun 1997, minuman beralkohol dibedakan menjadi tiga (3) golongan. Golongan A dengan kadar alcohol 1-5 % misalnya bir. Golongan B dengan kadar alcohol 5-20 % misalnya anggur dan Golongan C dengan kadar alcohol 20-55 % misalnya whisky dan brandy. Adapun proses produksi fermentasi karbohidrat mencakup tiga (3) tahapan yaitu (1) pembuatan larutan nutrien, (2) fermentasi, dan (3) destilasi etanol. Destilasi adalah pemisahan ethanol dari cairan fermentasi.Adapun bahan-bahan yang mengandung gula tinggi, maka tidak memerlukan perlakuan pendahuluan yang berbeda dengan bahan yang berasal dari pati dan selulosa yang memerlukan penambahan asam (perlakuan kimia) maupun proses enzimatis (penambahan enzym) untuk menghidrolisisnya menjadi senyawa yang lebih sederhana. Jika bahan-bahan untuk fermentasi berasal dari biji-bijian seperti gandum dan cereal lainnya, maka bahan tersebut harus di rendam dalam air (soaking) hingga berkecambah , direbus, diproses menjadi mash dan dipanaskan. Disamping penggunaan mikroorganisme pada proses fermentasi, kondisi optimal fermentasi harus dijaga seperti masalah aerasi, pH, suhu dan lain-lain.

Asal muasal bilangan avogadro



bilangan avogadro bukan jatuh dari langit lho..^_^

tentu masih ingetkan dengan bilangan avogadro,6 1023 .  ketika saya belajar pertama kali kimia di SMU, tentu ku bertanya dalam hatiku bgm cara dapetin angka 6 1023, dan tidak jarang kutanyakan hal tsb kepada guru kimia ku. apakah bilangan itu diturunkan dari rumus matematika yg jelemit atau hasil imaginasinya Bp Avogadro (^_^;)? Akhirnya ku dapet juga jawabannya. ternyata bilangan itu bukan berasal dari karangan Bp Avogadro belaka, melainkan bisa ditentukan secara eksperiment, yaitu dg metode electrochemistry.

gimana ya caranya?
pada eksperiment ini, kita mengukur aliran elektron dan waktu untuk memperoleh jumlah elektron yang melewati electrochemicall cell. jumlah/nilai atom pada sampel berkaitan dg aliran elektron untuk menghitung menghitung bilangan avogadro.
elektroda yang digunakan adalah tembaga dan elektrolitnya adalah 0.5 M H2SO. selama elektrolisis, anoda (Cu) yg dihubungkan dg positif pin pada power suply mengalami kehilangan masa karena akan berubah menjadi ion Cu2+ . pada katoda, akan membebaskan gas H2.
2 H+(aq) + 2 elektron -> H2(g)
eksperiment ini didasarkan pada
massa yg hilang pada anoda Cu atas itu kita bisa hitung deh bilangan avogadro.
 Bahan yg dipakai
  • baterai atau power supply
  • kabel dan aligator clips utk menghubungkan sel.
  • 2 Elektroda
  • 0.5 M H2SO4  250 ml
  • air
  • Alkohol (ct, methanol atau isopropyl alcohol)
  • 6 M HNO3 pada beaker kecil
  • Amperemeter atau multimeter
  • Stopwatch
  • Alat penimbang yang bisa mengukur hingga 0.0001 gram
lalu,,,
sebelum melakukan eksperimen, elektroda harus dibersihkan terlebih dahulu menggunakan 6 M HNO3.lalu dimasukkan ke dalam alkohol. kemudian dikeringkan dg handuk, lalu ditimbang dg alat penimbang yang bisa mengukur hingga berat 0,0001 gram. setelah itu dicelupkan pada elektroda sel dg elektrolit 0.5 M H2SO4. selanjutnya sama deh seperti proses elektrolisis biasa. yang terpenting dari eksperimen ini adalah keakuratan pengukuran pada timbangan,waktu dan arus listrik. pengukuran arus listrik diambil setiap menitnya karena ada kemungkinan arus listrik berubah2 akibat pengaruh perubahan elektrolit, temperatur, dan posisi elektroda. lalu nilai arus listrik yg digunakan adalah nilai rata2nya. eksperimen ini bisa dilakukan selama 17 menit. setelah selesai, berat anoda tembaga ditimbang deh.




gimana ya cara mengukurnya???
misalnya dari eksperimen tadi diperoleh data:
Massa
anoda yg hilang: 0.3554 grams (g)
arus listrik (rata2): 0.601 ampera (amp)
waktu elektrolis: 1802 seconds (s)
masih inget kan kalo;
1 ampere = 1 coulomb/second atau 1 amp.s = 1 coul
nilai muatan elektron adalah 1.602 x 10-19 coulomb
  1. muatan listrik yg mengalir
    (0.601 amp)(1 coul/1amp-s)(1802 s) = 1083 coul
  2. jumlah elktron pada elektrolisis.
    (1083 coul)(1 electron/1.6022 x 10-19coul) = 6.759 x 1021 electrons
  3. jumlah atom tembaga yg hilang pada anoda.
    Jumlah ion Cu2+  =  jumlah elektron yg diukur
    Jumlah ion Cu2+   = (6.752 x 1021 elektron)(1 Cu2+ / 2 elektron)
    Jumlah ion Cu2+   = 3.380 x 1021 Cu2+ ions
4.     hitung jumlah ion Cu per gram Cu dari jumlah ion Cu diatas dantembaga yg dihasilkan
massa atom Cu). perhitungannya : 3.380 x 1021 ion Cu2+ / 0.3544g = 9.510 x 1021 ion Cu2+ /g = 9.510 x 1021 Cu atom/g
ion Cu yg dihasilkan sama dg anoda yg hilang.. ( elektron sangat kecil sehingga bisa dihiraukan, sehingga ion Cu (II) sama dg massa atom Cu). perhitungannya : 3.380 x 1021 ion Cu2+ / 0.3544g = 9.510 x 1021 ion Cu2+ /g = 9.510 x 1021 Cu atom/g
5.     menghitung jumlah atom Cu pada satu mol Cu, 63,546 gr.
Atom Cu /mol Cu = (9.510 x 1021 Atom Cu/g Cu)(63.546 g/mol Cu)
Atom Cu /mol Cu = 6.040 x 1023 atom Cu/mol Cu (bil Avogadro)

 
nah dapatkan bilangan avogadro...senilai 6.040 x 1023 hampir sama dengan yg ditemuin Bp Avogadro, 6.02 x 1023
             pada percobaan ini errornya;
Absolut error  :           |6.02 x 1023 - 6.04 x 1023 | = 2 x 1021
Persen error    :           (2 x 1023/ 6.02 x 1023)(100) = 0.3 %

Minuman Arak



MINUMAN ARAK (MENGANDUNG ALKOHOL)

Arak adalah sejenis minuman yang mengandung alkohol (etil alkohol) yang telah dikenal di India, Ceylon dan Indonesia sejak zaman dulu. Arak bila diminum berlebihan bisa menyebabkan mabuk. Arak pada umumnya dibuat dari tuak kelapa dengan cara destilasi (penyulingan). Arak dapat juga dibuat dari beras atau beras ketan melalui proses pentapean, selanjutnya diperas. Cairannya difermentasikan dan terus didestilasi.

Minuman arak sudah dikenal di seluruh daerah diBali, karena arak ini sebagai satu jenis minuman yang digunakan sebagai sajian (tabuhan) bersama-sama dengan brem dan tuak pada upacara adat dan keagamaan. Disamping itu arak juga di sajikan sebagai hidangan khusus bagi orang dewasa.

Minuman arak apabila tidak dikonsumsi secara berlebihan dipercaya berkhasiat untuk menambah tenaga, misalnya bagi orang dewasa yang bertugas sebagai pemikul bade (tempat usungan jenazah) ke kuburan diberi minum arak, menghilangkan rasa mual dan pengobatan lainnya. Minuman arak ini merupakan hasil industri rumah tangga yang ada di Bali.

Bahan
Tuak kelapa

Cara Pembuatan

Tuak kelapa yang telah mengalami fermentasi secara alami disuling dengan peralatan yang sangat sederhana. Hasil sulingan ini disebut arak. Peralatan yang digunakan terdiri dari dandang sebagai tempat tuak dan kekeb sebagai penutup dandan agar selama pemanasan tidak ada uap yang keluar. Talang bambu sebagai penyalur uap dan guci yang disebut kaling sebagai penampung uap yang telah mengembun kembali yang selanjutnya disebut arak. Sebagai minuman beralkohol, arak mengandung
alkohol 28 persen.